<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Life Excellent Center</title>
	<atom:link href="http://life-excellent.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://life-excellent.com</link>
	<description>Delivering Happiness</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 Oct 2011 10:28:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.3</generator>
		<item>
		<title>Life as a Graphologist (part 1)</title>
		<link>http://life-excellent.com/andry-salim/life-as-a-graphologist-part-1/</link>
		<comments>http://life-excellent.com/andry-salim/life-as-a-graphologist-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Jun 2011 16:31:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Andry Salim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://life-excellent.com/?p=1271</guid>
		<description><![CDATA[Artikel kali ini adalah tentang pengalaman saya sebagai seorang Grapholog setelah mengikuti kelas Grapho For Success. Cerita ini mungkin bermanfaat bagi diri Anda dan memberikan inspirasi, oleh karena itu saya sarankan untuk meluangkan waktu Anda untuk membacanya saat ini. Sebelumnya, bagi Anda yang belum mengetahui makna dari Graphology&#8230; Graphology adalah ilmu untuk menganalisa tulisan tangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel kali ini adalah tentang pengalaman saya sebagai seorang Grapholog setelah mengikuti kelas <a href="http://graphoforsuccess.info/">Grapho For Success</a>.</p>
<p>Cerita ini mungkin bermanfaat bagi diri Anda dan memberikan inspirasi, oleh karena itu saya sarankan untuk meluangkan waktu Anda untuk membacanya saat ini.</p>
<p>Sebelumnya, bagi Anda yang belum mengetahui makna dari Graphology&#8230; Graphology adalah ilmu untuk menganalisa tulisan tangan seseorang dengan keakuratan yang cukup tinggi (80-90%).</p>
<p>Waktu itu, sahabat sekaligus mentor saya, Pak Bayu Ludvianto datang pada saat seminar. Saat itu, saya<br />
meminta tolong beliau untuk melihat tulisan tangan saya dan menganalisanya.</p>
<p>Luar biasanya.. apa yang dikatakan beliau begitu akurat sesuai dengan pribadi diri saya.</p>
<p>Menariknya adalah ketika orang lain melihat hal tersebut, kontan banyak orang mengerubuti beliau untuk meminta hal yang sama karena mereka ingin mengenal karakter diri mereka untuk lebih baik.</p>
<p>Mengapa penting? Tanpa mengetahui karakter (khususnya yang berada di  bawah sadar), kita sulit mengembangkan diri. Untuk menjadi kuat, kita harus sadar juga akan kelemahan kita dan berusaha untuk memperbaikinya.</p>
<p>Grapho dapat membantu secara cepat, murah dan akurat dalam melakukan hal itu.</p>
<p>Tanpa pikir panjang, saya pun segera berguru kepada beliau. Saya pun terbang langsung ke Surabaya untuk belajar secara<br />
langsung kepada beliau. Tepatnya di akhir tahun 2010.</p>
<p>Nah, cerita ini dimulai dari sini.. bagaimana kehidupan saya berubah 180 derajat sejak mengenal Grapho dan Anda pun<br />
dapat mengalami pengalaman yang sama nantinya.</p>
<p>Di kantor kami, semua perekrutan karyawan saat ini menggunakan Grapho untuk mendapatkan posisi yang tepat dan sesuai bagi orang tersebut.</p>
<p>Jadi, bukankah menyenangkan jikalau bahkan sebelum bertemu dan interview orang tersebut, kita bisa mengetahui karakternya melalui tulisan tangan?</p>
<p>Contohnya begini: Calon karyawan melamar pekerjaan sebagai  orang sales, tetapi dari tulisan tangannya diketahui bahwa<br />
orang tersebut memiliki komunikasi yang kurang baik serta kepercayaan diri yang rendah. Kira-kira apakah cocok menjadi<br />
seorang sales?</p>
<p>Saya rasa tidak. Mungkin lebih cocok di bagian yang lain..Melalui Grapho, hal ini dapat di ketahui di depan.</p>
<p>Bagaimana jikalau Anda sedang mencari partner bisnis? Bukankah lebih baik tahu di depan karakter orang yang ingin Anda ajak berbisnis? Seorang yang licik/penipu ataukah seorang yang baik dan bisa dipercaya?</p>
<p>Atau ketika Anda mencari pasangan hidup? Jangan sampai Anda &#8220;kaget&#8221; setelah menikah dan baru mengetahui karakter sesungguhnya dari orang yang Anda nikahi.</p>
<p>Luar biasa bukan? Nah, semua hal tersebut diatas bisa di analisa secara akurat melalui Grapho..</p>
<p>Lucunya, saat menguasai ini.. teman saya bertambah banyak dan bahkan banyak perusahaan meminta bantuan saya untuk<br />
membantu analisa karyawan mereka dan hasilnya bagi bisnis? Saya akan menceritakan hal ini dalam email berikutnya.. <img src='http://life-excellent.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nah, saat ini.. mentor saya, Pak Bayu Ludvianto mengeluarkan sebuah buku yang membahas mendalam mengenai hal ini yaitu Grapho For Success.</p>
<p>Luar biasanya lagi, Anda pun bisa mendapatkan buku ini plus seminarnya. Beli buku, gratis seminar senilai Rp. 395.000,-</p>
<p>Jadi segera ambil kesempatan langka ini untuk mempelajarinya.</p>
<p>Informasi lengkap dan pendaftaran ada di bawah ini:</p>
<p>&#8211;> <a href="http://graphoforsuccess.info">http://graphoforsuccess.info</a></p>
<p>Are you ready to become a Grapholog?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://life-excellent.com/andry-salim/life-as-a-graphologist-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Grapho For Success</title>
		<link>http://life-excellent.com/featured/grapho-for-success/</link>
		<comments>http://life-excellent.com/featured/grapho-for-success/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 May 2011 04:20:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://life-excellent.com/?p=1240</guid>
		<description><![CDATA[Graphology adalah metode analisa tulisan tangan yang sangat mudah, murah, cepat dan akurat untuk mengetahui kepribadian, karakter seutuhnya dan mental blok yang menghambat kesuksesan individu. Grapholohgy sudah digunakan sejak ribuan tahun sebagai alat untuk meningkatkan kualitas diri, kepribadian atau karakter individu.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Graphology</strong> adalah metode analisa tulisan tangan yang sangat <strong>mudah, murah, cepat dan akurat</strong> untuk   mengetahui kepribadian, karakter seutuhnya dan mental blok yang  menghambat kesuksesan individu.  Grapholohgy sudah digunakan sejak  ribuan tahun sebagai alat untuk meningkatkan kualitas diri, kepribadian    atau karakter individu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://life-excellent.com/featured/grapho-for-success/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Victory</title>
		<link>http://life-excellent.com/andry-salim/victory/</link>
		<comments>http://life-excellent.com/andry-salim/victory/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Apr 2011 14:42:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Andry Salim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://life-excellent.com/?p=1235</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa saat yang lalu, teman saya memposting ini di dalam sebuah milist yang saya ikuti.  Hal ini sangat inspiratif dan semoga membantu &#8220;membenarkan&#8221; mindset kita semua. ===================================================== Victory By Herbert Kauffman You are the Man who used to boast that you&#8217;d achieve the uttermost, some day. You merely wished to show, to demonstrate how much [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa saat yang lalu, teman saya memposting ini di dalam sebuah milist yang saya ikuti.  Hal ini sangat inspiratif dan semoga membantu &#8220;membenarkan&#8221; mindset kita semua.</p>
<p>=====================================================</p>
<p>Victory<br />
By Herbert Kauffman</p>
<p>You are the Man who used to boast<br />
that you&#8217;d achieve the uttermost,<br />
some day.</p>
<p>You merely wished to show,<br />
to demonstrate how much you know<br />
and prove the distance you can go..</p>
<p>Another year we&#8217;ve just passed through.<br />
What new ideas came to you?<br />
How many big things did you do?</p>
<p>Time left twelve fresh months in your care<br />
how many of them did you share<br />
with opportunity and dare<br />
again where you so often missed?</p>
<p>We do not find you on the list of makers good.<br />
explain the fact!<br />
Ah No, &#8216;Twas not the chance you lacked!<br />
As usual &#8211; you failed to act!</p>
<p>=====================================================</p>
<p>KEMENANGAN<br />
By Herbert Kauffman</p>
<p>Kau orang yang biasa membual<br />
Bahwa sesuatu yang besar<br />
Akan kau capai pada suatu hari nanti</p>
<p>Sebenarnya kau hanya mau pamer<br />
Betapa luas pengetahuanmu<br />
Dan betapa jauh yang akan kau tempuh</p>
<p>Setahun sudah kita lewatkan<br />
Gagasan baru apa yang muncul di benakmu?<br />
Berapa banyak peristiwa bernilai yang sudah kau lakukan?</p>
<p>12 bulan penuh ditanganmu<br />
Apa yang sudah kau perbuat untuk meraih peluang-peluang baru?</p>
<p>Di daftar nama orang-orang berhasil, namamu tidak tercantum<br />
Jelaskan, kenapa?<br />
Bukan peluang yang kau tidak punya<br />
Seperti biasa … kau tidak berbuat apa-apa</p>
<p>=====================================================</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://life-excellent.com/andry-salim/victory/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>225</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wasiat 4-0-1</title>
		<link>http://life-excellent.com/bayu-ludvianto/wasiat-4-0-1/</link>
		<comments>http://life-excellent.com/bayu-ludvianto/wasiat-4-0-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Jan 2011 04:42:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bayu Ludvianto]]></category>
		<category><![CDATA[bayu ludvianto]]></category>
		<category><![CDATA[wasiat 401]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://life-excellent.com/?p=1084</guid>
		<description><![CDATA[Wasiat 4–0-1? Rumus apaan nih? Begitu mungkin sebagian dari Anda berpikir sambil menggaruk-garuk kepala. Tenang friend ini bukan rumus racikan obat, ataupun rumus pemyelesaian soal geomoetri. Ini adalah rumus sederhana yang dipergunakan oleh sebagian kita dan tanpa disadari bisa berakibat tidak terlalu produktif bagi anak-anak kita, terutama yang sedang mau masuk perguruan tinggi. Apa hubungan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wasiat 4–0-1? Rumus apaan nih? Begitu mungkin sebagian dari Anda berpikir sambil menggaruk-garuk kepala. Tenang <em>friend</em> ini bukan rumus racikan obat, ataupun rumus pemyelesaian soal  geomoetri. Ini adalah rumus sederhana yang dipergunakan oleh sebagian  kita dan tanpa disadari <em>bisa</em> berakibat tidak terlalu produktif bagi anak-anak kita, terutama yang sedang mau masuk perguruan tinggi.</p>
<p>Apa hubungan rumus 4 – 0 – 1 dengan perguruan tinggi? Dan apa akibatnya pada perkembangan anak-anak kita?</p>
<p>Kawan,  saat ini anak sulung saya sedang berjuang untuk bisa diterima di sebuah  perguruan tinggi paling top di Jogja. Selama lebih dari 3 bulan  terakhir dia sudah mulai mempersiapkan diri dengan lebih intensif dengan  mengikuti bimbingan test dan juga mengikuti berpuluh-puuh “try out”  atau latihan mengikuti test ujian masuk perguruan tinggi. Jelas saya  sangat mendukung apapun yang anak saya lakukan demi mencapai  cita-citanya untuk menjadi mahasiswa di bidang Komunikasi. Yang menarik  adalah, setiap kali selesai mengikuti “try out” anak saya selalu protes  kenapa petunjuk soalnya seperti itu? Tadinya saya pikir protes itu hanya  karena dia capai atau merasa tidak bisa mengerjakan. Tetapi,  berkali-kali saya tanya dia selalu menjawab bahwa baik soal ataupun  proses pelaksanaan “try out” itu sih ok-ok saja. Saat itu saya tidak  bertanya lebih lanjut. Tetapi, setelah beberapa kali mengikuti “try out”  dan dia tetap memasang muka masam, maka saya tergelitik untuk  menelusuri lebih lanjut. Ada apa sebenarnya? Dan …….yang saya temukan  …….ya ampun……ini sesuatu yang sangat serius!!!!!!!</p>
<p>Perguruan  Tinggi, adalah tempat yang dipandang sebagai gerbang terakhir untuk  menimba ilmu, sebelum anak-anak kita melangkah pada kehidupan yang “<em>real</em>”.  Banyak  dari kita (yang kebetulan putera/puterinya sedang pada posisi siap  lulus dari SLTA) mempunyai harapan bahwa perguruan tinggi bisa  memberikan “amunisi pamungkas” sebagai bekal bagi anak kita untuk  melangkah dan menapaki kehidupan dewasanya. Berbagai upaya bisa saja  dilakukan untuk mempersiapkan anak kita supaya masuk perguruan tinggi.  Dari mulai les, beli buku kumpulan soal, belajar tambahan, sampai  belajar sampai pagi mereka lakukan demi tercapainya cita-cita, yakni  diterima di perguruan tinggi idaman.  Dari sini saja kita  bisa melihat (apalagi saya, karena anak pertama saya juga sedang dalam  “perjuangan” ini), bahwa para anak muda (yang sering disebut dengan  bahasa keren “penerus bangsa”) telah berusaha semaksimal mungkin, dan  ini tentunya dengan harapan nanti ilmu yang di dapat di perguruan tinggi  bisa jadi bekal untuk memulai hidupnya.</p>
<p>Tidak  diragukan lagi, bahwa berbagai ilmu sekarang memang ditawarkan oleh  berbagai perguruan tinggi. Bahkan saya dengar satu perguruan tinggi bisa  menawarkan lebih dari 20 program studi….coba kurang apa ??? Nampaknya  semua ada. Tetapi, nampaknya ada satu point kecil yang masih terlewat.  Point itu adalah, perguruan tinggi (mungkin tanpa sengaja) ternyata  mengawali pembelajaran bagi para mahasiswanya dengan sebuah konsep  sakral  “<em>salah itu problem, salah itu harus dihukum, dan salah itu aib</em>”. Lho koq bisa? Apa benar ini??</p>
<p>Coba  teman silahkan diamati kehidupan kita sehari-hari. Apa sebenarnya yang  membuat Anda sampai pada posisi Anda saat ini?. Terserah bagaimana  keadaan dan posisi Anda saat ini, bisa saja Anda sedang tersenyum karena  hubungan Anda dengan partner hidup berjalan dengan penuh cinta dan <em>happiness</em>. Bisa saja Anda terangguk-angguk karena hari ini trading valas Anda tutup dengan profit yang waoooooo…<em>never been like this since three years ago.</em> Bisa saja Anda sedang bersedih dan meratap karena Anda baru saja  diberhentikan dari tempat kerja Anda, atau bisa saja Anda sedang  merenungi diri kenapa sampai hari ini belum juga berhasil memperbaiki  kondisi keuangan Anda. Apapun yang terjadi pada Anda dan termasuk saya  pada detik ini sebenarnya adalah merupakan akumulasi dari sebuah proses  panjang, yang berisi sekumpulan “pengalaman” dan kejadian yang memasuki  hidup kita silih berganti. Anda dan saya tidak mungkin berada di sini,  di titik ini, kalau tidak melewati sekumpulan pengalaman dan kejadian  dalam hari-hari kita yang sudah terlewat. Ada pengalaman asyik dan  bagus, ada pegalaman dan kejadian menyedihkan, ada keputusan yang benar  dan pernah kita ambil. Ada keputusan salah dan kesalahan yang kita  perbuat.</p>
<p>Semua  pengalaman dan keputusan serta kejadian dalam hidup kita sangat  bermanfaat untuk membantu kita hingga kita tiba dan sampai pada detik  ini. Kalau Anda sekarang sedang atau sudah merasa <em>happy</em>, well itu berarti sekumpulan pengalaman tadi sudah mengarahkan Anda pada “jalan yang benar”. Tapi…….kalau Anda sekarang sedang  <em>feeling down</em> dan merasa gagal? Bisa jadi sekumpulan pengalaman itu masih menyimpan makna dan arti yang belum sempat kita terjemahkan.  Kesalahan,  kekurang pengalaman, kekecewaan, kemalasan, keraguan, ketakutan, dan  keacuhan, memang nampak sebagai hal yang negatif dalam kehidupan kita,  tetapi, kalau kita mau menggali lebih dalam dan sedikit kreatif di dalam  memaknainya, maka hal-hal tesebut sebenarnya adalah “senjata rahasia”  pendukung kesuksesan Anda. Kenapa? karena dibalik semua hal negatif yang  pernah Anda lakukan atau rasakan, atau alami, sebenarnya tersembunyi  “sinyal-sinyal kehidupan” dari dalam diri Anda yang paling dalam.  Kalau kita jeli menterjemahkannya, sinyal itu sebenarnya berisi pesan “<strong><em>hey…inilah sebenarnya titik ungkit atau leverage point untuk kesuksesanmu”</em></strong>.  Titik ungkit? Ya betul, begitu Anda tahu bahwa problem Anda adalah  malas, atau takut atau bingung, maka Anda sebenarnya sedang mendapatkan  bisikan bahwa “titik penting untuk melambungkan diri Anda ada di posisi  itu!” Kalau Anda sampai takut melakukan sesuatu, atau ragu mengambil  keputusan, maka sebenarnya di titik itulah Anda harus melakukan  perbaikan, dan bukan menghindarinya. Kalau Anda takut membuat kesalahan,  takut kena hukuman, takut nanti masalahnya jadi besar, maka sebenarnya  disitulah “<em>leverage point</em>” Anda. Fokuslah pada titik itu, dan ‘<em>work on it</em>”.  Anda boleh percaya atau tidak, tetapi dibalik ketakutan itulah, dibalik  keraguan itulah, dibalik kesedihan itulah sebenarnya tersembunyi  “kekuatan Anda”. Kekuatan yang selama ini tidak tergunakan dengan baik  karena tersembunyi dibalik kesalahan, keraguan, ketakutan, kebingunan,  dan kemalasan. Begitu Anda menerima adanya sinyal ajaib ini dan mulai  mencari kekuatan Anda yang tersembunyi dibaliknya, maka percaya deh Anda  adalah seorang yang hebat dan penuh kreatifitas.</p>
<p>Jadi apa hubungannya dengan <em>wasiat 4 – 0 – 1</em>? Well anda boleh mengartikannya bermacam-macam, tetapi setelah saya tahu dari anak saya <em>Meganusa</em>,  bahwa pada petunjuk pengerjaan soal masuk perguruan tinggi yang dia  kerjakan beberapa hari yang lalu, ada bagian yang menjelaskan tentang  cara penilain terhadap jawaban. Di situ jelas disebutkan, kalau jawaban <strong><em>betul</em></strong> nilai <strong>4</strong>, kalau <strong><em>tidak menjawab</em></strong> nilai <strong>0</strong> dan kalau jawaban <strong>salah</strong> maka nilainya <strong><em>dikurangi 1.</em></strong> Inilah <strong><em>wasiat 4 – 0 – 1!!!!</em> </strong> Inilah  yang ternyata membuat anak saya bermuka murung setiap kali selesai ikut  try out dan selesai mengikut Ujian Masuk. Dia murung bukan karena takut  nilainya dikurangi 1 kalau salah, tetapi karena dia merasa petunjuk  menjawab soal itu (yang menurut anak saya seharusnya dirancang dengan  hati-hati oleh para master guru) bahkan bisa menyebabkan orang apatis .</p>
<p>Koq  wasiat sih?? Ya memang, karena tersembunyi di balik angka-angka itu  terdapat sebuah pesan keramat yang ditularkan kepada para kawula muda,  oleh para kawula tua pembuat soal ini. Pesan ini sebetulnya bisa  berakibat positif, kalau ……..anak-anak kita yang lulus SMA  itu  sempat membaca artikel ini, dan tahu bahwa dibalik hal-hal yang  negatif, dibalik perasaan ragu, dan dibalik perasaan apatis, terdapat  “kekuatan besar” yang bisa mendongkrak hidup kita. Tetapi, kalau mereka  belum sempat baca artikel kita ini, maka pesan dibalik wasiat 4-0-1 ini,  bisa menghambat mereka dalam mencapai kesuksesan kehidupannya. Mau tahu  bagimana prosesnya? <em>Well keep on reading friends</em></p>
<p>Sebuah jawaban betul dapat nilai 4. Ini ok saja. Sebuah jawaban ternyata salah, nilai <strong><em>minus 1</em></strong>, ini problem, dan <strong><em>tidak menjawab, nilainya 0,</em></strong> nah ….ini <strong><em>big problem</em></strong>.  Lho koq jadi problem? Coba dengarkan percakapan anak-anak kita yang  baru saja selesai mengerjakan UM (Ujian Masuk) Perguruan Tingginya.  “Gimana tadi bisa ngerjain UMnya?””Yahh…… lumayan sih, meski beberapa  soal suliit banget dan beberapa bahkan membingungkan” “Terus kalau sulit  dijawab nggak?””Nggak ah, <strong><em>daripada jawab salah</em></strong> ntar malah nilainya <strong><em>dikurangi 1</em></strong>, <strong><em>mending dikosongkan saja</em></strong>,  aman”. Nahhhh tuuuhhh…dari percakapan ini saja, sudah nampak bahwa  umumnya peserta UM akan membiarkan soal tanpa jawaban, dari pada  menjawab salah dan <em>malahan nilai dikurangi</em>. Mungkin memang ada yang berani berspekulasi,  tetapi kecenderungan untuk “<em>mending tidak dijawab daripada salah</em>”, merupakan hal yang sangat umum terjadi.</p>
<p>Petunjuk  sederhana Ujian Masuk (betul nilai 4, tidak menjawab nilai 0 dan salah  nilai minus 1) tersebut, saya yakin dirancang untuk membantu siswa dalam  menjawab soal-soal ujian. Tetapi, yang mungkin jarang disadari, dibalik  aturan itu tersembunyi sebuah “pesan penting” yang bisa mempunyai  pengaruh yang berlanjut dan menyedihkan pada para anak muda yang sedang  mengikuti ujian. Kenapa? Karena “wasiat 4-0-1” (demikian saya  menyebutnya) bisa saja dalam bentuknya yang “halus” menjadi sebuah  “template” atau sebuah “pola” yang “mengarahkan” seseorang untuk <strong><em>takut mengambil keputusan</em></strong>, dan lebih baik diam saja alias <strong><em>apatis</em></strong>.  Pesan rahasia ini cenderung mengarahkan orang untuk mengambil jalan  aman, jalan yang pasti, dibanding berani mengambil keputusan, meski bisa  saja salah. Dan ini, jelas sangat tidak produktif. Bayangkan saja kalau  banyak dari kalangan muda kita lebih mengadopsi strategi “lebih baik  diam dari pada memutuskan sesuatu dan salah”, bisa-bisa di sekeliling  kita akan penuh dengan orang yang apatis, orang yang hanya cari amannya  saja, atau parahnya orang yang membiarkan berbagai kesempatan lewat  demikian saja. Ini jelas tidak menarik sekali, bukan?</p>
<p>Harus diakui bahwa penyebab timbulnya perasaan apatis dan ingin aman, tidak hanya disebabkan oleh adanya “<strong><em>wasiat 4-0-1</em></strong>”.  Masih banyak faktor lain yang ikut berkontribusi, misalnya orang tua  yang selalu menyalahkan dan mengkoreksi keputusan atau tindakan anaknya,  guru yang memarahi muridnya gara-gara kepergok makan pakai tangan kiri,  ataupun peraturan di dalam perusahaan yang ekstra ketat. Tetapi,  menurut saya (he..he…Anda boleh berpandangan lain) penggunaan “<em>wasiat 4-0-1</em>” mempunyai pengaruh yang cukup mendalam di dalam pikiran seseorang. Menempelnya pesan <strong><em>“kesalahan harus dihukum dan diam saja adalah langkah terbaik”</em></strong>,  bisa-bisa sangat “tidak produktif”. Kenapa ? Karena dalam kehidupan dan  keseharian banyak sekali bukti yang menunjukkan bahwa orang-orang yang  berhasil, orang-orang yang sukses, adalah bukan orang yang tidak pernah  melakukan kesalahan. Mereka justru adalah orang yang banyak sekali  melakukan kesalahan. Bahkan di dalam mengetik artikel ini saya melakukan  banyak kesalahan. Dalam kehidupan saya?? Waoooo…beratus-ratus kesalahan  telah saya perbuat. Sebagai suami? Huuuuu ratusan kesalahan telah saya  perbuat. Sebagai Ayah? Waaahh mungkin ribuan kesalahan telah saya  perbuat. Tetapi, dari berbagai kesalahan itulah saya terus belajar dan  berkembang sehingga saya sampai pada titik hari ini. Titik di mana saya  merasa <em>happy</em> dan bersyukur karena telah melakukan berbagai  kesalahan itu. Saya menyebut kesalahan-kesalahan itu “a private course  atau pelajaran khusus dari Tuhan, karena Tuhan sangat mencintai saya”.</p>
<p>Di  dalam keseharian, kesalahan adalah hal yang akan sering kita temui.  Kesalahan sangat penting dalam pembelajaran, sebuah tangga menuju  sukses. Silahkan diamati di sekelilng Anda, pasti deh orang-orang yang  hebat-hebat itu sebelum menjadi seperti “sekarang ini” bisa dipastikan  telah kenyang dengan pengalaman yang berkaitan dengan kesalahan. Sangat  jarang kita bisa bertemu orang yang selalu menahan diri (“dan tidak  berbuat apa-apa karena takut salah”), mampu meraih kesuksesan dalam  hidupnya. Bayangkan kalau saat Anda belajar naik sepeda sewaktu Anda  kecil dulu, setiap kali melakukan kesalahan (dan jatuh) Anda dimarahi  dan dihukum (misal nilai Anda sebagai anak dikurangi 1 setiap kali  jatuh). Apakah Anda sekarang kira-kira bisa naik sepdeda? Bagaimana  dengan proses belajar berjalan? Kalau setiap kali gagal sewaktu berusaha  berdiri dan berjalan Anda dimarahi oleh orang tua? Apakah kira-kira  Anda sekarang berjalan dengan tersenyum (saya yakin  nggak….kemungkinannya setiap Anda melangkah Anda akan teringat wajah  Ayah atau Ibu yang melotot).</p>
<p>Indahnya  hidup ini kawan, sebenarnya terletak pada kemampuan kita untuk  menemukan “harta karun kehidupan” yang lebih sering berada dibalik  kelemahan, ketakutan dan kesalahan yang kita punyai. Begitu Anda  berhasil memaksakan diri untuk berjalan melewati kelemahan, keraguan,  ketakutan dan kesalahan yang Anda buat, maka dibalik itu semua “harta  karun kehidupan Anda” siap untuk Anda nikmati sebagai sebuah (atau  beberapa buah) kesuksesan. Kawan, ketakutan, kelemahan, keraguan dan  kesalahan sebenarnya adalah “label” yang kita berikan sendiri terhadap  situasi dan kondisi yang kita alami. Kita sendiri yang memutuskan bahwa  situasi dan kondisi itu namanya “kelemahan, keraguan, kesalahan dan  ketakutan”. Yang menarik begitu kita memberikan sebuah label, maka ke  arah situlah semua pikiran dan usaha kita mengarah. Begitu kita sebut  kita telah melakukan “kesalahan” maka umumnya semua pikiran dan upaya  jadi mengarah pada upaya untuk, di satu sudut, menutupi kesalahan itu  ataupun di sudut yang lain, menyesali kesalahan tersebut. Padahal, kalau  kita sedikit mau kreatif, dan menyebut (“memberi label”) “kesalahan”  tersebut dengan “pelajaran hari ini”, misalnya, maka ceritanya akan lain  sama sekali. Begitu namanya adalah “pelajaran hari ini”, atau kalau mau  keren “<strong><em>lesson for the day</em></strong>”, maka ……..Anda  akan segera melihat ada “butiran-butiran permata” yang siap Anda ambil  dan nikmati. Bagaimana dengan “keraguan”? Well ini bisa saja kita beri  nama baru yang keren seperti misalnya “<em>High Class Course on Decision Making</em>”. Bagaimana teman ? Kalau Anda sedang duduk manis (“sit beauty kata Tukul”), dan mengikut program “H<em>igh Class Course on Decision Making</em>”, apakah Anda bisa menahan diri untuk tidak “melompat-lompat kegirangan” karena sedang belajar sebuah ilmu “kelas atas”?</p>
<p>Jadi…? Apa pelajaran yang Anda dapat hari ini?<br />
<div class='et-box et-star'>
					<div class='et-box-content'>
<h4>Like this article?</h4>
<p><a href="/services/in-house-training/by-speakers/bayu-ludvianto">Click here to learn more about our master trainer, Mr. Bayu Ludvianto and how he can help you and your company</a>
</div></div></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://life-excellent.com/bayu-ludvianto/wasiat-4-0-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seminar Bacakilat</title>
		<link>http://life-excellent.com/featured/seminar-bacakilat/</link>
		<comments>http://life-excellent.com/featured/seminar-bacakilat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Sep 2010 13:15:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elegantthemes.com/preview/DeepFocus/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[Tanpa Keahlian Membaca Buku 1 Halaman, 1 Detik, Maka Anda Akan Ketinggalan Jauh Di Belakang… Anda dapat melakukan hal tersebut diatas dengan metode Bacakilat, metode yang telah terbukti sukses membantu orang yang menguasainya dalam bidang bisnis, karir, finansial dan pengembangan diri.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanpa Keahlian Membaca Buku 1 Halaman, 1 Detik, Maka Anda Akan Ketinggalan Jauh Di Belakang…<br />
Anda dapat melakukan hal tersebut diatas dengan metode Bacakilat, metode yang telah terbukti sukses membantu orang yang menguasainya dalam bidang bisnis, karir, finansial dan pengembangan diri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://life-excellent.com/featured/seminar-bacakilat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

